Netizen Terharu TikToker Bima Dapat Dukungan dari Menko Polhukam Mahfud MD dan Pengacara Kondang Hotman Paris

- 16 April 2023, 13:31 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md, Tiktoker Bima, Hotman Paris Hutapea
Menko Polhukam Mahfud Md, Tiktoker Bima, Hotman Paris Hutapea /editornews.id/

EDITORNEWS.ID - Setelah kontroversi TikTokers Awbimax alias Bima Yudho yang mengkritik Pemerintah Provinsi Lampung hingga dirinya mendapat ancaman. Kali ini datang dari salah satu yang membela Awbimax adalah Menko Polhukam Mahfd MD.

 

Bima dalam presentasinya berjudul ' Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-maju' menyebut jalan di Lampung banyak lubang, jarang ada yang mulus.

Namun, selain itu, sebagian masyarakat Lampung  dan tokoh besar turut menyoroti aksi berani Awbimax kepada pemerintahnya.

Pasalnya, ayah Bima dipanggil oleh pihak kepolisan dan Bupati Lampung Timur usai sang Tiktoker kritik Lampung.
 

Sebelumnya Hal ini disampaikan Hotman Paris dalam unggahan Instagram pribadinya @hotmanparisofficial, Sabtu, 15 April 2023.

"Halo Bima, anak Lampung. Banyak bener orang dm dan WhatsApp saya ‘ada apa si Bima masalah apa dengan Bupati’ DM saya kalo memang ada masalah, jangan takut, DM saya," ungkap Hootman Paris.

Hal senada  juga datang dari Menko Polhukam Mahfud MD menyebut jika aksi Bima itu adalah wajar dan ia memiliki hak atas itu. Dikutip dalam unggahan YouTube 'R66 Newlitics'. 

Mahfud MD mengatakan jika Awbimax memiliki hak bersuara dan tidak boleh dibatasi. Ditambahkan, Bima, mengkiritik Lampung pasti bertujuan untuk memajuka Lampung.

Baca Juga: Dianggap Dajjal ! Anak Tikam Ibu Kandung Sendiri Hingga Meninggal di Kabupaten Malang

"Dia punya hak konstitusional untuk menyatakan itu, apalagi demi perbaikan. Bupati itu mungkin tidak punya kewajiban hukum untuk ikut itu karena itu hanya kritik bukan laporan, tapi dia punya kewajiban moral," ucap Mahfud MD, Minggu, 16 April 2023.

Ia mengatakan jika Bupati Lampung Timur memiliki kewajiban moral sebagai pemimpin untuk menyerap aspirasi dan kritikan dari warganya.

Terkait kabar bahwa adanya aparat penegak hukum (APH) yang terlibat intimidasi, Mahfud MD  akan mengecek terlebih dahulu.

Ini kan baru 14 April hari ini, berarti saya bisa hari Senin (17 April) bisa melakukan pendalaman. Tentu saya tidak boleh diam kalau aparat penegak hukum ikut ikutan soal itu (intimidasi Bima)," lanjutnya. tandasnya.***

 

 

Editor: Liston


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah