Jadi Bipolar Malah Bangga? Jangan Berasumsi, Kenali Apa itu Bipolar!

17 Oktober 2022, 17:06 WIB
Jadi Bipolar Malah Bangga? Jangan Berasumsi, Kenali Apa itu Bipolar! /Pixabay

 

EDITORNEWS.ID - Belakangan ini banyak isu-isu tentang kesehatan mental yang menjadi trending di internet.

Bahkan banyak influencer juga yang mengaku bahwa dirinya memiliki gangguan bipolar. Hal ini juga berpengaruh kepada orang-orang sekitar yang dengan mudahnya mengaku bahwa dia mengidap penyakit bipolar.

Berdasarkan Mayo Clinic, gangguan bipolar (bipolar disorder) adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan suasana hati yang ekstrem.

Pada orang bipolar terdapat dua fase atau episode dalam gangguan bipolar, yaitu fase manik dan fase depresi.

Baca Juga: Viral Kosan Nia Cantik Isi Sampah, Ibu Kos Turun Tangan Bersih-Bersih

Ketika seorang bipolar berada di fase depresi, dia akan merasa sedih atau putus asa dan kehilangan minat atau kesenangan dalam sebagian besar kegiatan.

Lalu, ketika suasana hati sedang berubah menjadi manik, maka dia akan merasa euforia, penuh energi, atau sangat mudah tersinggung.

Perubahan suasana hati ini dapat memengaruhi tidur, energi, aktivitas, penilaian, perilaku, dan kemampuan berpikir jernih.

Fase tersebut dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Kebanyakan orang akan mengalami beberapa gejala emosional di antara fase tersebut dan beberapa mungkin tidak mengalaminya.

Baca Juga: Fakta Persidangan Ungkap Ferdy Sambo Tembak Kepala Yosua Saat Masih Kesakitan

Meskipun gangguan bipolar adalah kondisi seumur hidup, seseorang yang mengidap bipolar masih bisa mengelola perubahan suasana hati dan gejala lainnya dengan mengikuti rencana perawatan, seperti, mengonsumsi obat-obatan dan konseling ke psikolog atau profesional.

Dikutip dari Jurnal Anestesiologi Indonesia, Universitas Diponegoro, Neurotransmitter dalam Fisiologi

Saraf Otonom, penyebab munculnya gangguan bipolar adalah ketidakseimbangan senyawa kimia di otak bernama Neurotransmitter. Senyawa ini berfungsi untuk menyampaikan pesan antara sel saraf neuron ke sel saraf target yang berada pada otot dan kelenjar tubuh, hal inilah yang memengaruhi kestabilan tubuh dan suasana hati.

Baca Juga: Pertanda Apa Ferdy Sambo Kenakan Baju Batik di Sidang Perdana Dugaan Pembunuhan Brigadir Yosua

Untuk seseorang yang mengidap bipolar, baik akut, sedang, maupun ringan, dia hanya perlu untuk mengonsumsi obat secara teratur, tidur yang cukup, serta tidak begadang pada malam hari.

Sehingga hormon atau senyawa kimia dalam tubuh yang disebut Neurotransmitter ini dapat bekerja secara optimal seperti orang normal pada umumnya.

Itulah informasi mengenai penyakit bipolar. Meskipun demikian, ada baiknya untuk tidak melakukan diagnosa kepada diri sendiri.

Baca Juga: Bos PS Store Putra Siregar Sawer Lagi Live Bunda Corla, Total 200 Juta Telah Di Transfer

Segeralah memeriksakan diri kepada dokter atau profesional mengenai gangguan kesehatan mental, agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan dan juga dapat diatasi dengan baik oleh para ahli.***

Editor: Aditya Ramadhan

Tags

Terkini

Terpopuler