Penurunan Biaya Tes PCR Setelah Mengalami Protes, Mardani Ali Sera: Perlu Dicari Sampai Akar

4 November 2021, 06:20 WIB
Menanggapi publik yang mencurigai adanya ladang bisnis tes PCR, Mardani Ali Sera menyebut hal itu wajar. /Instagram.com/@mardanialisera

EDITORNEWS - Semenjak pandemi Covid-19 melanda Indonesia membuat pemerintah mengambil tindakan baru untuk memberantasnya.

Salah satu tindakan yang dikeluarkan pemerintah yakni penggunaan tes PCR bagi mereka yang hendak bepergian.

Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan bagi mereka yang hendak memasuki suatu wilayah agar tidak menyebarkan virus Covid-19.

Seperti yang diketahui harga sekali tes PCR bisa mencapai Rp500 ribu tentunya nominal ini begitu besar bagi masyarakat ekonomi ke bawah.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Bicara Skema Ponzy, Roy Sakti: Waspada Potensi Penipuan Dari Orang Terdekat Anda

Namun setelah mendapat banyak sorotan dari publik mengenai tarif tes PCR lantas membuat pemerintah menurunkan menjadi Rp300 ribu.

Menyikapi perubahan harga setelah mendapatkan komplain dari banyak publik lantas membuat Mardani Ali Sera menduga adanya menteri kabinet Presiden Jokowi yang bermain bisnis tes PCR.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu meminta kasus seperti ini harus dituntaskan sampai ke akarnya.

"Hal ini mesti dibongkar hingga ke akar benar tidaknya wajar jika publik menaruh curiga tes PCR ini dijadikan ladang bisnis bagi pejabat pemerintahan," ucap Mardani Ali Sera.

Beliau pun menegaskan bahwa penggunaan tes PCR merupakan keinginan seseorang jadi tidak boleh untuk serakah.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Bicara Skema Ponzy, Roy Sakti: Waspada Potensi Penipuan Dari Orang Terdekat Anda

"Karena itu hajat hidup orang banyak harus dikontrol, tidak bioleh serakah semua kecurigaan publik mesti dijawab secara profesional, aparat penegak hukum pun bisa menelusuri benar/tidaknya," lanjut Mardani Ali Sera.

Terlepas dari itu Mardani mengatakan jika tarif tes PCR ini telah ada dana yang tertera dalam APBD maupun APBN kenapa tidak diberikan secara gratis kepada masyarakat

"Jika negara lain bisa menggratiskan mengapa Indonesia tidak? Terkesan aneh apabila dibebankan kepada rakyat," tutupnya.

Setelah mendapat banyak aksi protes kini harga PCR menjadi Rp300 ribu yang sebelumnya Rp2 juta turun Rp500 ribu.***

Editor: Aditya Ramadhan

Tags

Terkini

Terpopuler